Kebudayaan suku Madura sangat banyak. Terlebih, suku Madura sendiri bisa menjaga warisan budya tersebut. Bahkan Ketika berada di luar Pulau Madura, suku Madura yang tersebar di seluruh Indonesia masih banyak yang melestarikan warisan budaya leluhur.

Jumlah suku Madura banyak tersebar terutama di Pulu Jawa Bagian Timur. Antara lain di Situbondo, Bondowoso, samping timur Probolinggo, utara Lumajang, dan utara Jember. Ada pula yang tinggal di daerah yang disebutkan Tapal Kuda yaitu dari Pasuruan sampai utara Banyuwangi.

Berikut ini kebudayaan suku Madura yang harus dipahami:

  • Karapan Sapi

Karapan Sapi ialah budaya suku Madura yang diadakan tiap tahun di bulan Agustus atau September. Pada perlombaan ini, sepasang sapi menarik seperti kereta dari kayu dipicu dalam lomba beradu cepat menantang pasangan-pasangan sapi lain. Lintasan pacuan itu umumnya sekitar 100 meter.

Kebudayaan suku madura

Kerapan sapi salah satu budaya madura: matamaduranews.com

Lomba pacuan bisa berjalan sekitaran sepuluh detik sampai semenit. Kota-kota di Madura mengadakan karapan sapi di bulan Agustus dan September tiap tahun. Final laga itu di akhir September atau Oktober di bekas Kota Karesidenan, Pamekasan untuk merebutkan piala bergilir presiden. Sekarang piala itu bertukar nama jadi piala gubernur.

  • Celurit

Suku Madura mempunyai senjata tradisional sebagai ciri khas yang membedakannya dengan suku lain, yakni celurit. Wujud Celurit serupa dengan arit di suku Jawa yang umum dipakai untuk bertani dan bercocok tanam. Perbedaannya, celurit dari Madura lebih ramping dengan lingkar lengkung yang lebih tipis. Ujung celurit lebih lancip. Gagang celurit dibuat dari besi atau kayu.

  • Carok

Salah satu kebudayaan suku Madura selanjutnya yaitu adat carok. Carok ialah tanding sampai mati dengan memakai senjata tajam yaitu celurit. Orang Madura mempunyai karakter keras dan memprioritaskan harga diri. Karenanya, permasalahan dituntaskan dengan kekerasan.

Carok umumnya terjadi karena adanya kesalahan yang berkaitan dengan kehormatan atau harga diri orang Madura, seperti perselingkuhan, harkat martabat atau kehormatan keluarga. Walau sebagian besar suku Madura memeluk agama islam tetapi secara individu banyak yang menggenggam adat carok.

  • Haji Tujuan Akhir

Budaya suku Madura yang lain yaitu haji sebagai arah akhir. Suku Madura dikenali irit dan ulet dalam usaha, bekerja, atau berdagang. Walau upahnya kecil tetapi mereka menyisihkan sedikit pendapatannya untuk simpanan naik haji.

Predikat haji di Madura masih jadi kebanggaan tertentu. Bahkan juga mereka lebih memprioritaskan Lebaran Haji dibandingkan Lebaran Idul Fitri. Suku Madura tidak pulang daerah pada Lebaran Idul Fitri. Mereka akan pulang daerah pada Lebaran Haji.

  • Toktok

Tradisi Toktok ialah persaingan adu sapi. Dua sapi sama-sama bertemu dan sama-sama seruduk. Sapi yang diadu umumnya sapi jantan. Kedua sapi beradu kemampuan sampai salah satunya berserah bahkan juga lari dari lawannya.

Pengaduan Toktok ini harus ditemani wasit. Tetapi tidak sembarangan orang menjadi wasit. Karena hal tersebut akan mencelakakan orang yang melihat.

  • Rokat

Rokat ialah upacara petik laut yang umum disebutkan Rokat Tase. Adat ini sebagai pernyataan rasa sukur atas anugerah dan nikmat yang diberi oleh Tuhan Adat ini dipercayai bisa memberi keselamatan dan kemudahan rejeki.

Adat rokat diawali dengan acara pembacaan istighosah dan tahlil bersama warga dengan dipegang pemuka agama. Kemudian, warga menghanyutkan sesaji ke laut sebagai pernyataan rasa sukur ke Tuhan. Isi pada sesaji itu ialah tumpeng, ketan berwarna-warni, dan ikan-ikan.

  • Mondok

Mayoritas suku Madura memeluk agama islam. Madura mempunyai beberapa ratus ponpes Islam. Menjadi rutinitas suku Madura untuk menyekolahkan anak-anaknya ke ponpes. Suku Madura berasumsi pengetahuan agama lebih bernilai dibanding pengetahuan dunia.

Suku Madura terbiasa melepaskan beberapa anak untuk mondok semenjak usia dini. Beberapa anak mondok bukan hanya di sekitar pulau Madura tapi sampai ke daerah-daerah Jawa Timur berbasiskan ponpes Islam.

Memang, tiap daerah memiliki budaya yang unik dan berbeda sebagai identitas daerah/suku tersebut. Termasuk kebudayaan suku Madura yang tetap harus di lestarikan dan dikenalkan dengan anak cucu.